Senin, 01 Februari 2016

be honest


Ketika dihempaskan ke jurang berkali kali dan kamu bisa naik lebih lagi ke atas puncak . ahh bahagianya ..

Setiap orang pasti pernah merasakan fase kehidupan seperti itu, dimana rasa sakit dan di khianati muncul terus berulang ulang bahkan dalam hal yang sama sekalipun.
Tanpa bermaksud mengingat, tapi hal itu pernah saya alami selama hampir 2 tahun belakangan.
 Dikecewakan oleh orang yang sama, dengan orang yang sama dan masih dalam hal yang sama pula.
Ketika orang itu lebih memilih berbohong dan diam ketika saya membutuhkan kejujurannya.

Oke , mari bicarakan !
Saya orang yang tidak suka di bohongi oleh siapapun apapun alasannya. karena saya juga berusaha jujur kepada siapapun dalam hal apapun . Dan lihatlah , Tuhan selalu memberikan kemudahan bagi saya untuk menemukan di mana celah kebohongan itu :)
Ketika melihat kebohongan itu untuk pertama kalinya saya sangat kecewa dan tidak menerimanya. Saya hanya kecewa atas ketidakjujuran tersebut bukan mengenai isi dari kebohongan itu sendiri. Karena hal itu terus berulang, saya semakin terbiasa bahkan ketika beberapa bulan kemarin (mudah mudahan untuk terakhir kalinya dia memilih berbohong kepada saya) kebohongan itu terulang pun saya hanya tersenyum . Kenapa harus berbohong ? padahal saya sudah pernah bilang lebih baik terbuka dan jujur saja . Saya bahkan memberikan jeda agar dia jujur kepada saya, dan dia keukeuh kalo dia yang benar sampai akhirnya terbukti Tuhan melihatnya dan Malaikat mencatatnya . 
Dia beralasan memilih berbohong karena takut menyakiti saya. Dia tidak mau mengecewakan saya, tapi lihatlah , dengan memilih bungkam dan berbohong semuanya malah membuat semakin rumit.
saya bertanya pada pihak lain yang terlibat dalam hal itu, baiklah. dia jujur . saya hargai itu, tapi kenapa ketika sebelum melakukan hal tersebut dia tidak memikirkan ucapan saya beberapa bulan sebelumnya kepada dia untuk saling terbuka ? kenapa ketika kemarin saya menanyakan hal tersebut dia baru berkata "ya" dan meminta maaf ? padahal dulu sebelum ini pun permintaan maaf sudah sering saya dengar . 
saya bukan orang yang gila maaf , saya bukan orang yang ingin melihat orang lain terus menerus meminta maaf kepada saya bahkan untuk sesuatu yang mungkin hal itu sendiri belum tentu salah. Saya hanya orang yang menyukai keterbukaan. saya bukan seorang posesif yang hobi  larang ini itu. Tapi ketika ketidakterbukaan tersebut mengusik saya saya tidak akan pernah diam.



Untuk kalian yang pernah atau selalu merasa terbohongi , santailah .
Tuhan selalu memberikan “kode” kepada kita bahwa hal itu tidak benar :D
Hasilnya ?
Saya semakin belajar apa artinya itu lapang dada, belajar memahami segala sesuatu tidak mungkin harus kita ketahui jelas semuanya . apalagi memaksa seseorang yang belum menjadi bagian dari diri kita untuk harus tetap jujur pada kita.
Biarkan seseorang memiliki ruang privasinya sendiri tanpa kita harus terlalu dalam ikut campur .
Dan sekarang saya mulai belajar mengenai hal itu. Saya berusaha tidak akan “riweuh” mengurusi hal itu kecuali jika hal tersebut mulai mengganggu saya.


 terimakasih karena sudah mengajarkan saya tentang itu ..
By Eka